-->
Arus Daerah News

Berita Ter - Update dan Terpopuler

  • Jelajahi

    Copyright © Arus Daerah News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025
    DPRD Rohil

    Iklan RAMADHAN BPKAD ROHIL 2024

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles Sebagai Bupat5

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony  Charles Sebagai Bupat5
    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles sebagai Bupati dan wakil Bupati Rohil 2025 - 2039

    Iklan DPRD Rohil HUT Rohil ke - 25

    div class="separator" style="clear: both;">

    Stop hoaks Rohil

    Stop hoaks Rohil
    Rohil

    Iklan Pemkab Rohil

    Iklan Pemkab Rohil
    Karhutla
    div class="separator" style="clear: both;">

    Halaman

    Tanjung Uncang Terus Dikeruk : Dugaan Perusakan Lingkungan Dibalik Rusunawa Picu Tanya Besar ,Dimana Pengawasan BP Batam dan DLH

    Arus Daerah News
    Senin, 14 September 2026, September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T10:28:58Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Arusdaerahnews.com - Batam – Aktivitas pengerukan bukit dan pematangan lahan yang diduga berlangsung di belakang Rusunawa Tanjung Uncang, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, kembali memantik sorotan publik. Di lokasi yang tidak jauh dari kawasan permukiman padat penduduk itu, alat berat dan lalu lalang dump truck terlihat beroperasi mengangkut material tanah dan batuan dalam jumlah besar.

    Pantauan di lapangan menunjukkan perubahan bentang alam yang cukup signifikan. Sejumlah bagian perbukitan tampak telah dipangkas, sementara aktivitas cut and fill diduga terus berlangsung. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai legalitas kegiatan tersebut, termasuk perizinan lingkungan, keselamatan kerja, dan pengawasan dari instansi yang berwenang.

    Yang menjadi sorotan, aktivitas berskala besar itu berada di kawasan yang berdekatan dengan hunian warga. Masyarakat khawatir dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga ancaman keselamatan apabila terjadi longsor saat musim hujan.

    Warga sekitar mengaku mulai merasakan dampak berupa debu yang beterbangan, meningkatnya aktivitas kendaraan berat, hingga kekhawatiran terhadap kondisi bukit yang terus mengalami pengerukan. Mereka mempertanyakan apakah kegiatan tersebut telah melalui kajian teknis dan lingkungan yang memadai.

    “Kalau memang semua izin lengkap, seharusnya ada keterbukaan kepada masyarakat. Jangan sampai warga hanya menjadi penonton ketika lingkungan di sekitar mereka berubah drastis,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

    Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan mengapa aktivitas yang terlihat begitu mencolok dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya penjelasan resmi kepada publik. Pertanyaan yang terus mengemuka adalah: apakah seluruh dokumen perizinan telah dipenuhi, dan siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan di lapangan?

    Selain berpotensi mengubah kontur kawasan, aktivitas kendaraan berat yang keluar masuk lokasi juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan jalan umum yang digunakan masyarakat setiap hari. Jika tidak diawasi secara ketat, dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan berpotensi semakin meluas.

    Masyarakat kini mendesak BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas tersebut. Pemeriksaan itu dinilai penting untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan.

    Publik menilai persoalan ini tidak boleh berhenti pada perbincangan semata. Jika ditemukan pelanggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu. Sebaliknya, apabila seluruh izin telah dipenuhi, masyarakat juga berhak memperoleh penjelasan yang terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan berkepanjangan.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas di lokasi tersebut. Sementara itu, pertanyaan masyarakat terus bergema: siapa yang mengawasi, siapa yang bertanggung jawab, dan sampai kapan pengerukan bukit di belakang Rusunawa Tanjung Uncang akan terus berlangsung?
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini