masukkan script iklan disini
Arusdaerahnews.com - Batam – Aktivitas cut and fill berskala besar yang berlangsung di kawasan belakang Rusunawa Tanjung Uncang, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, kembali memantik sorotan publik. Warga menilai pengerukan bukit yang terus berlangsung telah mengubah bentang alam secara signifikan dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius apabila tidak diawasi secara ketat oleh instansi terkait.
Di lokasi, hamparan tanah yang sebelumnya berupa kawasan perbukitan tampak terus mengalami pemotongan dan pengerukan. Alat berat bekerja hampir setiap hari, sementara lalu lalang dump truck yang mengangkut material tanah terlihat keluar masuk kawasan tersebut.
Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Selain debu yang berterbangan dan mengganggu kenyamanan, mereka juga menyoroti potensi terjadinya longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi melanda wilayah Tanjung Uncang dan sekitarnya.
“Kalau hujan deras, kami khawatir terjadi longsor. Bukit terus dipotong, sementara di sekitar sini ada pemukiman dan rusunawa yang dihuni banyak warga,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Yang menjadi perhatian masyarakat, aktivitas tersebut disebut berlangsung di area yang relatif tertutup dari pandangan umum. Dari sisi depan, kawasan itu tampak seperti area yang minim aktivitas. Namun ketika masuk lebih jauh ke bagian dalam, terlihat adanya pengerjaan lahan yang cukup masif dengan penggunaan alat berat dan armada pengangkut material dalam jumlah banyak.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai status perizinan, dokumen lingkungan, serta pengawasan terhadap kegiatan pematangan lahan yang sedang berlangsung. Warga berharap seluruh aspek administrasi dan legalitas proyek dapat diperiksa secara transparan oleh instansi berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
Selain aspek lingkungan, masyarakat juga menyoroti dampak terhadap infrastruktur jalan. Mobilitas dump truck bertonase besar yang keluar masuk kawasan dinilai berpotensi mempercepat kerusakan badan jalan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya di sepanjang Jalan Brigjen Katamso.
Pengamat lingkungan menilai bahwa kegiatan cut and fill yang tidak dikendalikan dengan baik dapat memicu perubahan tata air, meningkatkan risiko erosi, sedimentasi, serta mengurangi daya dukung lingkungan. Karena itu, pengawasan terhadap kegiatan semacam ini harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
Masyarakat mendesak BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan inspeksi langsung ke lokasi guna memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan lingkungan maupun perizinan, warga meminta agar tindakan tegas dilakukan tanpa pandang bulu.
“Jangan sampai setelah terjadi bencana baru semua bergerak. Pemerintah dan aparat harus memastikan aktivitas ini benar-benar sesuai aturan dan tidak membahayakan warga,” ujar warga lainnya.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil BP Batam, DLH, dan aparat penegak hukum. Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat, transparansi, pengawasan, dan penegakan aturan menjadi tuntutan utama agar kepentingan investasi tidak mengorbankan keselamatan warga maupun kelestarian lingkungan di Tanjung Uncang. ( Guntur )




