-->
Arus Daerah News

Berita Ter - Update dan Terpopuler

  • Jelajahi

    Copyright © Arus Daerah News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025
    DPRD Rohil

    Iklan RAMADHAN BPKAD ROHIL 2024

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles Sebagai Bupat5

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony  Charles Sebagai Bupat5
    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles sebagai Bupati dan wakil Bupati Rohil 2025 - 2039

    Iklan DPRD Rohil HUT Rohil ke - 25

    div class="separator" style="clear: both;">

    Stop hoaks Rohil

    Stop hoaks Rohil
    Rohil

    Iklan Pemkab Rohil

    Iklan Pemkab Rohil
    Karhutla
    div class="separator" style="clear: both;">

    Halaman

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar Menggelar Aksi Jemput Bola Melalui Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG)

    Arus Daerah News
    Kamis, 16 April 2026, April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-14T01:04:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar Menggelar Aksi Jemput Bola Melalui Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG)


    Arusdaerahnews.com - Bangkinang Kota – Dalam upaya nyata meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan SDM yang unggul serta berdaya saing, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar menggelar aksi jemput bola melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menariknya, kegiatan kali ini berkolaborasi langsung dengan komunitas adat di bawah naungan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) BAIK, Rabu (15/04/2026).

    Bertempat di Usaha Enny Salon (Wedding Organizer), Jalan Sudirman, Bangkinang Kota, puluhan anggota komunitas, tokoh dan penggiat adat antusias memeriksakan kondisi fisik mereka. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan konsultasi kesehatan lainnya.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Strategis Nasional serta visi-misi Bupati Kampar dalam mendekatkan akses layanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas pelestari adat.

    Sinergi Tim Medis di Lapangan

    Pelaksanaan teknis di lapangan dikomandoi oleh tim tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Bangkinang Kota. Di bawah koordinasi Heni Meliani, SKM selaku PJ CKG dan Tri Witarti selaku PJ PTM, tim yang terdiri dari Nurwahidah, Mardiyah Safitri, Fadhilatul Mawaddati, Rizca Firliani, dan Mahdalena bekerja sigap melayani masyarakat (komunitas LPP BAIK) dengan standar pelayanan yang humanis.



    Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.KK, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor ini.

    "Kesehatan adalah pondasi utama pembangunan daerah. Dengan menggandeng komunitas adat, kita memastikan bahwa pesan promotif dan preventif sampai hingga ke akar rumput dan sampai ke anak kamanakan," ujar dr. Imawan.

    Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Bangkinang Kota, dr. Yudi Susanto, menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

    "Kami hadir untuk memastikan warga Bangkinang Kota terpantau kesehatannya. Jangan tunggu sakit baru lapor, lebih baik mencegah sedini mungkin melalui CKG ini," tegasnya.

    Dukungan Tokoh Agama dan Cendekiawan



    Langkah inovatif Dinas Kesehatan ini turut mendapat apresiasi mendalam dari tokoh agama sekaligus cendekiawan Kampar, Buya H. Mardailis Dahlan, MM. Beliau yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah  Kabupaten Kampar sekaligus salah satu unsur pimpinan di MUI Kabupaten Kampar, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap umat.

    "Dalam pandangan agama, menjaga kesehatan adalah bagian dari menjaga amanah Allah SWT atas tubuh kita. Kami sangat mengapresiasi sinergi ini," ujar Buya Mardailis.

    Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat merupakan terobosan yang strategis.

    "Integrasi program pemerintah dengan komunitas adat seperti LPP BAIK adalah langkah cerdas dan mulia. Ini menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah kearifan lokal untuk membangun umat yang tidak hanya kuat secara batiniah, tapi juga tangguh dan sehat secara lahiriah. Umat yang sehat adalah modal utama bagi kemajuan daerah," pungkasnya.

    Apresiasi dan Komitmen Pelestarian Budaya

    Apresiasi mendalam juga datang dari keluarga besar Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) BAIK. Pengurus Yayasan yang diwakili oleh Dt. Erman, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.

    Beliau menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan misi pelestarian nilai-nilai luhur daerah.

    "Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kampar dan tim medis Puskesmas Bangkinang Kota. Upaya pemajuan budaya dan pelestarian adat istiadat Kampar membutuhkan raga yang tangguh. Tanpa kesehatan yang prima, mustahil program-program penguatan jati diri daerah ini dapat kita jalankan dengan maksimal," ujar Dt. Erman.

    Beliau juga menambahkan bahwa perhatian terhadap kesehatan para pemangku adat dan komunitas pendidikan budaya ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi keberlangsungan warisan leluhur.

    "Perhatian ini sangat berarti bagi kami. Dengan kesehatan yang terjaga, para penggiat budaya dapat terus beraktivitas, berinovasi dan memastikan pembinaan budaya di Kampar tetap berjalan baik demi generasi masa depan," tutupnya.



    Inisiasi Kolaborasi: Sehat Raganya, Lestari Adatnya

    Kegiatan ini tak lepas dari inisiasi Syamsul Azwar, Pimpinan Umum LPP BAIK yang juga merupakan Tim Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Sebagai sosok yang menjembatani urusan kesehatan publik dan pelestarian budaya, ia menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah "Hati ke Hati" untuk menyentuh simpul-simpul masyarakat adat.

    "Kesehatan adalah hak dasar setiap warga, dan komunitas adat adalah penjaga ruh identitas daerah kita. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan bahwa para pelestari budaya kita tidak hanya kuat dalam menjaga tradisi, tapi juga prima dalam fisik dan raga," ujar Syamsul Azwar dengan penuh semangat.

    Ia menambahkan bahwa sinergi ini bukan sekadar pemeriksaan medis biasa, melainkan simbol nyata hadirnya pemerintah (Dinkes Kampar dan Puskesmas) di setiap sendi kehidupan masyarakat.

    "Kita ingin menciptakan harmoni; ketika raga sehat dan pikiran jernih, maka kerja-kerja pelestarian adat serta pembangunan daerah akan berjalan beriringan. Ini adalah bakti kita untuk Kampar—menjaga warisan leluhur dengan raga yang tangguh dan jiwa yang sehat. Sehat raganya, lestari adatnya!" tegas sang inisiator.

    ( Adv )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini