
Zoom Meeting Inflasi tersebut di Pimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Drs. H. Tomsi Tohir, M.Si diikuti oleh Pj Sekda Kampar Ardi Masrdiansyah, S.STP, M.Si, Asisten II Muhammad, Kadis Ketahanan Pangan Dr. Yuli Usman, Kadis PUPerkim Hanib, BPS Kampar, Forkopimda serta OPD Terkait yang mewakili dan dilakukan Pemaparan oleh tentang indeks Perkembangan Harga yang terjadi pada minggu Ke-III Februari 2026.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri H. Tomsi Tohir menegaskan Kabupaten Kota IPH Tertinggi Inflasi Pada Minggu Ke-III Februari 2026, tolong ditinjau kembali Tim TPID, selalu berusaha dan Fokus untuk bisa turun IPH terutama di Kabupaten Lombok Timur, Kab. Blitar dan Kab. Trenggalek.
“Tentunya Zoom Meeting ini kita lakukan untuk memastikan perkembangan inflasi di dalam negeri agar bisa terus terjaga dengan baik, apalagi selama Ramdhan.”ungkapnya.”
Ia juga mengatakan, pengendalian inflasi pada Januari ini lebih difokuskan kepada kenaikan harga dan mengantisipasinya serta Pemaparan tentang Kenapa Harga pangan Naik dan nanti dijelaskan oleh Kepala Badan Pangan Nasional.
“Kita fokus pada kenaikan harga serta mengantisipasinya dan juga meminta agar perencanaan untuk program pengendalian inflasi direncanakan dengan segera mungkin sehingga dapat segera di atasi.”tegasnya.”
Usai Zoom Meeting bersama Kemedagri, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti tegaskan untuk menjadi Etensi kita bersama antara Pemerintah Daerah dan Stakeholder untuk selalu memantau terjadi lonjakan inflasi serta kenaikan harga Komoditasi di Kabupaten Kampar.
Ia juga menjelaskan, Faktor Pemicu tingginya Inflasi di Kabupaten Kampar yaitu, Terjadinya kenaikan harga komoditas pangan volatile food (seperti: cabai, bawang merah, telur ayamdan daging ayam ras) yang fluktuatif dan bertepatan dengan Ramadhan, dimana terjadi permasalahan distribusi dan pasokan baik yang berasal dari luar daerah maupun pasokan lokal, kondisi cuacaekstrem juga sangat mempengaruhi hasil produksi petani.
“Sedangkan tingginya harga Daging Ayam Ras antara lain disebabkan oleh adanya peningkatan harga pakan yang berdampak kepada peningkatan biaya produksi. Secara umum produksi komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang dan terlur Kabupaten Kampar masih bergantung kepada daerah pemasok yaitu dengan rata-rata kekurangan pasokan diatas 70%, kecuali untuk daging ayam ras yang mengalami surplus.”ungkapnya.”
Ia juga mengatakan, Pemerintah Daerah sealu melakukan upaya-upaya konkret yang dilakukan seperti Pemantauan Harga dan Stok untuk memastikan kebutuhan tersedia secara harian dan Menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting antara lain melalui Kerjasama AntarDaerah dengan daerah penghasil komoditi serta melakukan pencanangan Gerakan menanam Padi Cabai dan Jagung.
“Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kampar selalu melakukan operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah di Seluruh Kecamatan dan Melaksanakan sidak kepasar dan distributor agar tidak menahan barang.”ungkapnya.”
“Untuk itu, kami Pemda Kampar terus bekerja Maksimal melakukan Upaya konkrit serta berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait supaya selalu menekan angka Inflasi demi kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Kampar.”tutupnya.”
(DiksominfoKampar/Ysh).




