-->
Arus Daerah News

Berita Ter - Update dan Terpopuler

Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025

Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025
DPRD Rohil

Iklan RAMADHAN BPKAD ROHIL 2024

Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles Sebagai Bupat5

Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony  Charles Sebagai Bupat5
Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles sebagai Bupati dan wakil Bupati Rohil 2025 - 2039

Iklan DPRD Rohil HUT Rohil ke - 25

div class="separator" style="clear: both;">

Stop hoaks Rohil

Stop hoaks Rohil
Rohil

Iklan Pemkab Rohil

Iklan Pemkab Rohil
Karhutla
div class="separator" style="clear: both;">

Halaman

Polres Dumai Gelar Kuliah Umum di ITB Riau Pesisir, Tekankan Tiga Dosa Pendidikan dan Gerakan Anti Narkoba

Arus Daerah News
Sabtu, 28 Februari 2026, Februari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T03:47:50Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Arusdaerahnews.com-DUMAI,Kepolisian Resor Dumai terus mengintensifkan peran edukatif di ruang-ruang akademik sebagai bagian dari strategi pencegahan dini terhadap berbagai bentuk penyimpangan perilaku generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kuliah umum yang digelar di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir, Jalan Utama Karya, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kegiatan yang diinisiasi sebagai forum literasi hukum dan penguatan karakter kebangsaan itu menghadirkan Kapolsek Dumai Timur, Kompol Dr. Aditya Reza Saputra, S.E., M.Ak, sebagai narasumber utama mewakili Kapolres Dumai, AKBP Angga F. Herlambang. Kuliah umum diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa baru, jajaran dosen, serta pimpinan perguruan tinggi setempat.

Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir, Dr. Ir. Yusrizal, MM, IPM, dalam sambutannya menegaskan bahwa lingkungan perguruan tinggi tidak imun terhadap potensi munculnya intoleransi, kekerasan, kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik koruptif dalam skala kecil yang kerap berawal dari normalisasi pelanggaran etik. Menurutnya, kuliah umum bertema “Tiga Dosa Pendidikan: Anti Intoleransi, Anti Kekerasan, Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, serta Penguatan Gerakan Anti Narkoba dan Anti Korupsi di Lingkungan Perguruan Tinggi” merupakan ikhtiar institusional untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa sejak dini.

“Perguruan tinggi adalah ruang pembentukan nalar dan karakter. Pembelajaran etik, kepatuhan hukum, serta tanggung jawab sosial harus berjalan seiring dengan capaian akademik,” ujar Yusrizal. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Rektor dalam kegiatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Kompol Dr. Aditya Reza menyoroti kerentanan generasi muda terhadap pengaruh negatif lingkungan, baik melalui relasi pertemanan, media digital, maupun kultur permisif terhadap pelanggaran norma. Ia menegaskan bahwa praktik intoleransi, kekerasan, kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkotika, serta tindak pidana korupsi, tidak hanya berdampak destruktif bagi korban, tetapi juga menjerat pelaku pada konsekuensi hukum pidana yang serius.

“Pencegahan dimulai dari keberanian berkata tidak, membangun empati, serta kepatuhan pada hukum. Negara hadir untuk melindungi korban. Jangan ragu melapor ke kepolisian atau melalui layanan darurat 110 apabila mengalami atau menyaksikan tindak pidana,” tegasnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, narasumber mengelaborasi materi bertajuk “Keamanan Presisi dan Transformasi Generasi Muda sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi Riau Berkelanjutan di Era Global”, yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor strategis dalam ekosistem pembangunan daerah. Konsep keamanan presisi, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebagai penegakan hukum represif, melainkan pendekatan kolaboratif yang mengedepankan pencegahan berbasis data, edukasi publik, serta kemitraan dengan institusi pendidikan.

Sesi diskusi yang dipandu Eko Saputra, S.H., M.H., berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait mekanisme pelaporan, perlindungan korban, hingga peran kampus dalam membangun sistem pencegahan internal. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan cenderamata kepada mahasiswa penanya.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 15.35 WIB. Polres Dumai menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun ketahanan sosial, budaya hukum, serta daya tangkal generasi muda terhadap narkoba dan praktik koruptif.

Rilis Polres dumai
Rosa,g
Komentar

Tampilkan

Terkini