Kakanwil Ditjenpas Kepri Sidak Rutan Batam, Publik Tunggu Pembenahan Nyata Bukan Sekadar Seremoni
Arusdaerahnews.com - Batam – Kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau, M. Pithra Jaya Saragih, ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Rabu (30/9/2026), menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pemasyarakatan di Indonesia, masyarakat menilai peninjauan tersebut harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar agenda seremonial.
Kedatangan Kakanwil Ditjenpas Kepri disambut Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Bambang Febriansyah, beserta jajaran. Dalam kunjungan itu, sejumlah fasilitas dan area pelayanan ditinjau langsung, mulai dari dapur sehat, blok hunian warga binaan, sarana pembinaan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Namun, di balik kunjungan tersebut, muncul pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat: sejauh mana kondisi riil di dalam Rutan Batam telah memenuhi standar pelayanan pemasyarakatan yang diharapkan?
Peninjauan lapangan dinilai penting untuk memastikan pelayanan kepada warga binaan berjalan sesuai aturan, termasuk aspek keamanan, kesehatan, pembinaan, hingga pemenuhan hak-hak dasar warga binaan.
Kakanwil juga berinteraksi langsung dengan sejumlah warga binaan guna mendengar kondisi yang mereka hadapi serta mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan yang selama ini berjalan.
Pengamat sosial dan sejumlah elemen masyarakat menilai langkah turun langsung ke lapangan merupakan bentuk pengawasan yang positif. Namun demikian, hasil dari peninjauan tersebut diharapkan tidak berhenti pada dokumentasi dan laporan internal semata.
"Yang ditunggu publik bukan hanya kunjungan, tetapi apa saja temuan di lapangan dan langkah perbaikannya. Jika ada kekurangan, harus dibenahi. Jika sudah baik, harus terus ditingkatkan," ujar salah satu pemerhati pelayanan publik di Batam.
Kepala Rutan Batam, Bambang Febriansyah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas pelayanan serta menjalankan tugas pemasyarakatan secara profesional.
"Kami terus berupaya memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal sesuai SOP, mengedepankan integritas dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Arahan dan masukan dari pimpinan menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan," ujarnya.
Meski demikian, masyarakat berharap kunjungan pimpinan wilayah tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan, kondisi hunian, program pembinaan, hingga penguatan integritas petugas.
Pasalnya, kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan tidak dibangun melalui seremoni dan pencitraan, melainkan melalui pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga binaan maupun masyarakat luas.
Dengan peninjauan langsung tersebut, publik kini menunggu langkah lanjutan serta hasil evaluasi yang dapat menunjukkan sejauh mana Rutan Batam mampu menjawab tantangan pelayanan pemasyarakatan yang semakin kompleks dan menjadi perhatian masyarakat.
( Guntur )
