-->
Arus Daerah News

Berita Ter - Update dan Terpopuler

  • Jelajahi

    Copyright © Arus Daerah News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025
    DPRD Rohil

    Iklan RAMADHAN BPKAD ROHIL 2024

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles Sebagai Bupat5

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony  Charles Sebagai Bupat5
    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles sebagai Bupati dan wakil Bupati Rohil 2025 - 2039

    Iklan DPRD Rohil HUT Rohil ke - 25

    div class="separator" style="clear: both;">

    Stop hoaks Rohil

    Stop hoaks Rohil
    Rohil

    Iklan Pemkab Rohil

    Iklan Pemkab Rohil
    Karhutla
    div class="separator" style="clear: both;">

    Halaman

    Jalan Bolong Bolong Rusak Parah dan Pedagang Menguasai Badan Jalan, Di Mana Tanggung Jawab dan Ketegasan Pemko Batam?

    Arus Daerah News
    Jumat, 03 Juli 2026, Juli 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T13:25:32Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Jalan Bolong Bolong Rusak Parah dan Pedagang Menguasai Badan Jalan, Di Mana Tanggung Jawab dan Ketegasan Pemko Batam?
    Arusdaerahnews.com - Batam – Buruknya kondisi infrastruktur jalan di kawasan Newton, Kota Batam, kembali menjadi sorotan. Minimnya perhatian pemerintah terhadap keselamatan pengguna jalan dinilai telah menciptakan kondisi yang membahayakan masyarakat setiap hari. Jumat (3/7/2026).

    Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang yang berpotensi memicu kecelakaan. Ironisnya, peringatan bahaya bukan dipasang oleh instansi terkait, melainkan menggunakan ban bekas yang diletakkan warga sebagai penanda agar pengendara tidak terperosok.

    Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lambannya respons pemerintah dalam menangani kerusakan jalan. Padahal, keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.

    Persoalan tidak berhenti pada jalan berlubang. Sebagian badan jalan juga diduga digunakan pedagang untuk menggelar dagangan, sehingga mempersempit ruang lalu lintas dan mengganggu arus kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas tersebut dinilai menimbulkan kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.

    Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Batam dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penertiban ruang publik.
    Di mana peran Dinas PUPR dalam memastikan jalan tetap layak dan aman dilalui masyarakat? Di mana fungsi pengawasan terhadap pemanfaatan badan jalan? Dan mengapa penertiban oleh Satpol PP belum terlihat mampu mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya?

    Jika kondisi ini terus dibiarkan, pemerintah dinilai telah mengabaikan hak masyarakat untuk memperoleh fasilitas jalan yang aman dan nyaman. Jalan merupakan fasilitas publik yang dibangun dari uang rakyat, sehingga sudah seharusnya dipelihara dan dijaga fungsinya, bukan dibiarkan rusak hingga warga harus memasang tanda bahaya secara swadaya.
    Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Batam, Dinas PUPR, serta instansi terkait agar segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dan menertibkan setiap aktivitas yang menggunakan badan jalan tidak sesuai peruntukannya sebelum jatuh korban jiwa.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini