-->
Arus Daerah News

Berita Ter - Update dan Terpopuler

  • Jelajahi

    Copyright © Arus Daerah News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025

    Iklan Idhul Adha DPRD Rohil, 2025
    DPRD Rohil

    Iklan RAMADHAN BPKAD ROHIL 2024

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles Sebagai Bupat5

    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony  Charles Sebagai Bupat5
    Iklan DPRD Rohil Ucapan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan Bustami Dan Jhony Charles sebagai Bupati dan wakil Bupati Rohil 2025 - 2039

    Iklan DPRD Rohil HUT Rohil ke - 25

    div class="separator" style="clear: both;">

    Stop hoaks Rohil

    Stop hoaks Rohil
    Rohil

    Iklan Pemkab Rohil

    Iklan Pemkab Rohil
    Karhutla
    div class="separator" style="clear: both;">

    Halaman

    *Bertemu Britishpedia, Wamen Viva Yoga Ceritakan Menjadi Kolomnis*

    Arus Daerah News
    Jumat, 03 Juli 2026, Juli 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T18:28:02Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     
    Riautama.com - “Saat masih aktiv di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Saya membikin dua buku. Salah satu buku berjudul ‘HMI: Kader Umat, Kader Bangsa’. Buku ini berupa kumpulan tulisan yang tersebar di berbagai media massa (koran)”, ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi kepada Eka Candra Kartika Sari dari Britishpedia, Jakarta, 2/7/2026. Britishpedia adalah ensiklopedia yang memuat profil individu-individu tertentu. Setiap tahun, media ini mendokumentasikan kisah inspiratif dari berbagai tokoh nasional.

    Viva Yoga mengungkapkan menulis di koran pada masa lalu terbilang susah. “Karena kompetitif”, ujarnya. Disebut koran yang pernah memuat tulisan dirinya seperti Harian Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, Suara Pembaruan, Pelita, dan Republika. “Saya bersama Anas Urbaningrum dan Alfan Afian kerap mengirim tulisan ke berbagai media”, tuturnya. 

    Selain ‘HMI: Kader Umat, Kader Bangsa’, buku yang ditulis oleh Viva Yoga adalah ‘Civil Society: Harapan dan Prospek di Indonesia Pasca Orde Baru’. “Kekuatan reformasi adalah kekuatan dari civil society”, ungkap mantan Ketua Umum HMI Cabang Denpasar itu.

    Kekuatan civil society sebagai kekuatan di luar kekuasan menurutnya mempunyai ciri-ciri, bersifat kritis terhadap negara, independen, dan memiliki kemampuan mengkritisi kebijakan negara. Pada masa gerakan reformasi itu, kekuatan ini ditopang oleh kekuatan kelas menengah, pro demokrasi, di luar parlemen, dan eskalatif. “Kelompok ini ada di mahasiswa, pro demokrasi, dan kekuatan rakyat ”, ujarnya. Dari sinilah kekuatan civil society menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa. 

    Viva Yoga pada masa itu tak hanya berkreasi bagi dirinya namun juga membuat buku tentang pemikiran dan pengalaman hidup senior HMI, Dahlan Ranuwihardjo. “Pengalaman hidup Beliau semasa di HMI, Kita bukukan dalam judul ‘Mengapa Bung Karno Tidak Membubarkan HMI’”, ujarnya. Menurutnya buku dari pria yang akrab dipanggil Pakde itu memiliki data-data yang lengkap. “Banyak surat-surat dan untold story Pak Dhe yang disampaikan kepada Saya”, tuturnya. 

    Di HMI, Viva Yoga mengungkapkan tidak hanya aktif menulis dan membuat buku namun juga kerap bertukar pikiran dan berdiskusi dengan senior-senior di HMI, seperti Akbar Tanjung, Fahmi Idris, Ahmad Tirtosudiro, Firdaus Wajdi, Sugeng Sarjadi, Harun Kamil, Anis Kamaluddin, dan lain sebagainya. Dari berbagai pengalaman tersebut, dirinya merasakan tak hanya melewati proses historis namun juga sisi ideologisasi HMI.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini