Blackout Batam ,Kota Lumpuh : Ismail Desak Dirut PLN Batam Dicopot
Arusdaerahnews.com - Batam — Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Kota Batam sejak pagi hingga sore hari, saat tidak ada angin kencang, hujan maupun petir, memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Hingga sore hari, pasokan listrik dilaporkan belum kembali normal dan belum terlihat kepastian kapan seluruh layanan kelistrikan pulih sepenuhnya.
Peristiwa ini bukan sekadar persoalan lampu yang padam. Ketika listrik terhenti dalam skala luas, aktivitas masyarakat terganggu, operasional dunia usaha terancam, dan kepercayaan publik terhadap keandalan sistem kelistrikan Batam ikut dipertaruhkan.
Mengapa Batam bisa mengalami blackout berkepanjangan? Apa yang sebenarnya terjadi di balik sistem kelistrikan PLN Batam? Apakah gangguan teknis, persoalan pada jaringan, kegagalan sistem pengamanan, atau ada faktor lain yang harus diungkap secara transparan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menuntut jawaban yang jelas, bukan sekadar imbauan agar masyarakat bersabar.
ISMAIL: PLN BATAM JANGAN DIAM, PUBLIK BERHAK TAHU!
Ketua Umum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, menyatakan keprihatinannya atas blackout yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan kegiatan ekonomi di Batam.
Menurut Ismail, pemadaman listrik secara menyeluruh dalam durasi panjang merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai gangguan biasa. Sebagai konsumen, masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang terbuka mengenai penyebab kejadian, langkah penanganan, serta jaminan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
“Ini persoalan serius. Masyarakat tentu bertanya-tanya, ada apa dengan sistem kelistrikan Batam? Mengapa pemadaman bisa meluas dan berlangsung berjam-jam? PLN Batam harus menjelaskan secara detail kepada publik, mulai dari penyebab, titik gangguan, hingga langkah konkret untuk memulihkan pasokan listrik,” tegas Ismail.
Ia menilai, keterbukaan informasi menjadi hal mendasar agar masyarakat tidak terus dibiarkan berspekulasi di tengah ketidakpastian.
Menurutnya, PLN Batam perlu menyampaikan kronologi kejadian, wilayah terdampak, estimasi pemulihan, serta hasil evaluasi teknis setelah sistem kembali beroperasi normal.
MASYARAKAT DAN DUNIA USAHA MENANGGUNG DAMPAK
Blackout berkepanjangan bukan hanya mengganggu kenyamanan rumah tangga. Aktivitas perdagangan, pelayanan publik, usaha kuliner, perkantoran, industri, hingga berbagai kegiatan ekonomi yang bergantung pada pasokan listrik berpotensi ikut terdampak.
Kerugian konsumen pun perlu menjadi perhatian. Pelaku usaha dapat menghadapi terhentinya operasional, gangguan pelayanan, kerusakan bahan baku, hingga meningkatnya biaya operasional akibat penggunaan sumber listrik cadangan.
Bagi Batam yang dikenal sebagai kawasan industri dan tujuan investasi, keandalan listrik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga iklim usaha.
“Jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha terus menanggung dampaknya tanpa mendapatkan penjelasan yang memadai. Batam membutuhkan sistem kelistrikan yang andal. Jika gangguan sebesar ini terjadi, evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar kepercayaan masyarakat dan investor tidak semakin tergerus,” ujar Ismail.
DESAK APH TURUN TANGAN, AUDIT DAN INVESTIGASI HARUS DILAKUKAN
Atas kejadian tersebut, Ismail mendesak aparat penegak hukum (APH) dan instansi pengawas yang berwenang untuk mencermati persoalan ini serta mendorong audit dan investigasi independen apabila ditemukan dasar yang memadai.
Pemeriksaan perlu diarahkan untuk memastikan penyebab blackout, mengevaluasi kesiapan sistem pengamanan jaringan, menelusuri kemungkinan kelemahan pemeliharaan maupun operasional, serta menguji apakah seluruh prosedur keselamatan dan keandalan telah dijalankan sesuai ketentuan.
Jika nantinya ditemukan unsur kelalaian, pelanggaran prosedur, atau dugaan tindak pidana, Ismail meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai aturan hukum.
“Jangan berhenti pada pemulihan listrik semata. Akar persoalannya harus dibongkar. Jika ada kelalaian atau pelanggaran, harus ada pertanggungjawaban. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana langkah pencegahannya,” tegasnya.
DIRUT PLN BATAM DISOROT, DESAKAN PENCOPOTAN MENGUAT
Sorotan juga diarahkan kepada Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo. Ismail menilai, blackout yang berdampak luas harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap kepemimpinan dan kinerja manajemen perusahaan.
Ia mendesak agar Kwin Fo dicopot dari jabatannya dan diperiksa melalui mekanisme yang berwenang apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya tanggung jawab manajerial atau pelanggaran yang relevan.
Nama Kwin Fo turut menjadi perhatian publik karena hubungan keluarganya dengan Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam.
Namun, hubungan keluarga tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya konflik kepentingan maupun keterlibatan dalam penyebab blackout.
Hal yang harus menjadi dasar penilaian tetaplah fakta, hasil pemeriksaan, dan pertanggungjawaban sesuai kewenangan.
Bagi Ismail, persoalan ini tidak boleh diselesaikan hanya dengan pernyataan normatif. Manajemen PLN Batam harus menunjukkan keseriusan melalui penjelasan terbuka, pemulihan layanan, evaluasi menyeluruh, serta langkah pencegahan yang terukur.
PUBLIK MENUNGGU JAWABAN, BUKAN SEKADAR JANJI
Blackout Batam kini menjadi ujian bagi PLN Batam dalam membuktikan keandalan layanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Penjelasan mengenai penyebab gangguan, durasi pemulihan, potensi kerugian, dan langkah korektif harus disampaikan secara transparan berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga penyebab resmi diketahui, dugaan mengenai kelalaian atau persoalan internal tidak boleh diperlakukan sebagai kesimpulan.
Namun, ketidakpastian juga tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda keterbukaan informasi kepada konsumen.
Listrik padam boleh jadi gangguan teknis, tetapi pertanggungjawaban tidak boleh ikut padam.
Ismail menegaskan, masyarakat Batam berhak mendapatkan layanan listrik yang andal, penjelasan yang jujur, dan kepastian bahwa kejadian serupa tidak dibiarkan terulang tanpa evaluasi serius.
Kini, publik menunggu jawaban dari PLN Batam: apa penyebab blackout dan apa jaminan bahwa Batam tidak kembali lumpuh akibat persoalan kelistrikan serupa?
( Guntur )
