masukkan script iklan disini
Gema Takbir Berkumandang, Ustadz Cahaya Ravaiel Sampaikan Khotbah Menyentuh Hati di Masjid Al-Amin Pulau Jambu
Kampar, (Arusdaerahnews.com ) – Pelaksanaan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al-Amin, Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Ada hal yang menarik perhatian Jamaah pada tahun ini, di mana mimbar khotbah diisi oleh seorang dai muda potensial yang merupakan seorang santri.
Adalah Ustadz Cahaya Ravaiel, santri dari Pondok Pesantren Darul Fatah Teratak Padang, Desa Sendayan, Kecamatan Kampar Utara, yang dipercaya menjadi khotib dalam momen hari raya kurban kali ini. Kehadiran dai muda ini memberikan energi positif dan antusiasme tersendiri bagi ratusan Jamaah yang memadati masjid sejak pagi.
Dalam khotbahnya, Ustadz Cahaya Ravaiel membawa Jamaah untuk menyelami kembali kisah agung rumpun keluarga Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Ia menekankan bahwa dinamika kehidupan Nabi Ibrahim AS adalah potret nyata dari ujian hidup tingkat tinggi yang dibarengi dengan ketaatan mutlak.
Ada empat poin besar yang menjadi garis bawah dalam khotbah yang disampaikannya, pertama tentang keteguhan menghadapi Ujian hidup, meneladani Nabi Ibrahim AS yang tidak pernah goyah ataupun mengeluh meski dihantam berbagai ujian berat sepanjang hidupnya.
Kedua tentang keikhlasan dan Doa dalam menanti Keturunan: Mengingat kembali perjuangan panjang, kesabaran, serta untaian doa yang tidak pernah putus demi mendapatkan anak yang saleh.
Ketiga Bakti Anak dan Ketaatan Total: Menyoroti momen krusial perintah Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail AS. Peristiwa ini menjadi simbol ketaatan tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta, sekaligus contoh nyata seorang anak yang berbakti dan patuh kepada orang tuanya.
Dan yang terlahir atau ke Empat tentang Ibadah Kurban dan Semangat Berbagi: Menegaskan bahwa esensi Idul Adha tidak berhenti pada penyembelihan hewan kurban, melainkan bagaimana menumbuhkan kepedulian sosial untuk saling berbagi kebahagiaan dengan sesama.
"Ujian hidup adalah cara Allah menaikkan derajat kita. Melalui momentum Idul Adha ini, kita diajarkan untuk melepaskan ego, taat kepada orang tua, dan yang paling penting adalah memperkuat solidaritas dengan saling berbagi daging kurban kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Ustadz Cahaya Ravaiel di hadapan Jamaah.
Respons Positif Jemaah
Khotbah yang disampaikan dengan lugas, runut, dan menyentuh hati tersebut mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat Desa Pulau Jambu. Jamaah tampak khusyuk menyimak setiap untaian kalimat yang disampaikan oleh sang santri dari Ponpes Darul Fatah tersebut.
Usai pelaksanaan salat dan khotbah Idul Adha, acara dilanjutkan dengan bersalam-salaman antar jemaah untuk mempererat tali silaturahmi, sebelum masyarakat bergerak menuju lokasi pemotongan hewan kurban di lingkungan sekitar desa.***(Tim/Red).




